Rumah sakit · Surabaya
Antrian pindah ke percakapan.
Chat masuk dari pagi sampai malam. Yang membalas orang yang itu-itu juga. Dan pertanyaannya nyaris selalu sama. Ini cerita rumah sakit di Surabaya yang memindahkan pintu depannya ke percakapan.
Situasinya
Bagi pasien, WhatsApp adalah pintu depan rumah sakit. Mereka tidak membuka website, tidak mengunduh aplikasi. Mereka bertanya di tempat mereka bertanya ke semua orang lain.
Di sisi dalam, pesan-pesan itu jatuh ke staf admin yang juga memegang pekerjaan lain. Membalas chat bukan tugas utama siapa pun, jadi chat dibalas di sela-sela.
Yang bikin repot
Volume pesan tidak menyesuaikan diri dengan kapasitas orang. Di jam sibuk balasan melambat, di luar jam kerja berhenti sama sekali. Dan sebagian besar pertanyaan itu bukan pertanyaan baru: jadwal praktik, syarat BPJS, cara daftar poli.
Pertanyaan yang sama, dijawab orang yang sama, ratusan kali. Itu bukan pekerjaan, itu kebocoran.
Alurnya, sebelum dan sesudah
Di luar jam kerja: tidak ada balasan
Kasus medis atau di luar batas -> eskalasi ke staf
Yang kami bangun
- AI agent WhatsApp yang menjawab jadwal dokter, alur pendaftaran, dan info layanan
- Integrasi ke sistem rumah sakit, jadi jawabannya dari data, bukan dari hafalan
- Guardrail medis: agent tidak pernah menjawab pertanyaan klinis
- Jalur eskalasi ke staf untuk kasus yang butuh manusia
Cara kerjanya
- Pasien bertanya seperti biasaTidak ada format khusus, tidak ada menu bernomor. Bahasa sehari-hari.
- Agent membaca sistemJadwal dan info layanan diambil langsung dari sistem rumah sakit, bukan dari dokumen yang bisa basi.
- Yang rutin selesai sendiriJadwal, syarat, cara daftar terjawab saat itu juga, kapan pun jamnya.
- Yang sensitif diserahkanPertanyaan medis dan keluhan langsung diarahkan ke staf. Agent tahu batasnya.
Hasilnya
Pertanyaan rutin berhenti menumpuk di meja staf, dan pasien mendapat jawaban tanpa menunggu ada yang sempat. Staf memegang kasus yang memang butuh manusia.
Angka sebelum / sesudah · sedang dirapikan bersama klien
Yang bisa dipetik
Pola "pintu depan di WhatsApp" ini tidak spesifik rumah sakit. Setiap organisasi yang pelanggannya bertanya hal yang sama berulang kali, dari klinik sampai operator transportasi, punya bentuk masalah yang sama.
Dan di rumah sakit kedua, pola ini terbukti bisa diulang. Itu cerita berikutnya.
Punya masalah serupa?
Sesi 30 menit. Kami bilang jujur apakah ini bisa dibagusin atau tidak.